Di sebuah apartemen mewah di lantai tertinggi sebuah gedung di Jakarta, lampu remang-remang menerangi ruang tamu yang minimalis namun elegan. Di tengah ruangan, seorang pria bernama Adrian berlutut di atas lantai marmer dingin. Tangannya terikat erat di belakang punggungnya dengan tali beludru hitam, matanya tertunduk, menatap sepatu kulit hitam mengkilap yang ada di depannya.
One evening, as they sipped their coffee, Xenia reached across the table and gently brushed a strand of hair out of Raf's face. "Tonight," she said, her voice low and husky, "we explore something new. But first, let's talk."
Accuracy
: Strive for accuracy in depicting BDSM and femdom practices. Incorrect or careless representation can lead to misunderstandings and may offend readers.