The refers to a series of intercommunal conflicts between Christians and Muslims in Poso, Central Sulawesi, Indonesia, which lasted primarily from 1998 to 2001 .
"Konten no sensor bagi orang luar adalah horor, bagi kami di Poso adalah ingatan harian," kata seorang mantan pejuang komunitas yang selamat. "Saya tidak butuh video untuk mengingat suara parang membelah tulang. Saya mendengarnya setiap tidur." tragedi poso no sensor
Tragedi Poso mengingatkan kita bahwa keberagaman tanpa pengelolaan yang bijak dan keadilan ekonomi sangat rentan terhadap provokasi. Luka sosial akibat tragedi ini membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar pulih, menjadikannya pelajaran abadi tentang pentingnya merawat perdamaian di atas segala ego kelompok. Poso Tragedy The refers to a series of
Kesaksian penyintas (3–5 narasi)